Secara umum, setidaknya manusia perlu waktu lebih dari 20 tahun untuk
mendaki tangga karir agar anda bisa berada di dalam jajaran top level
management dalam suatu perusahaan, termasuk salah satunya menjadi
seorang CEO. Namun di jaman sekarang ini, anak muda dengan daya
kreativitas dan inovasinya berhasil menjadi seorang pemimpin perusahaan
atau organisasi besar pada usia mereka yang belum genap 30 tahun. Tengok
saja Mark Zuckerberg, dia bahkan sudah menjadi seorang CEO ketika
usianya masih beranjak 30 tahun.
Mereka
yang telah menjadi pemimpin di usia yang belum genap 30 tahun
kebanyakan adalah seorang entrepreneur yang tidak hanya ingin mendaki
tangga karir tradisional yang terlalu panjang dan lama. Alih-alih
mereka mendaki tangga karir, mereka yang menjadi CEO di usia yang belum
genap 30 tahun seakan membangun eskalator mereka sendiri hingga mereka
mampu melaju lebih cepat daripada mereka yang mendaki tangga karir
tradisional.
Tetapi mendapat titel CEO saja tidak cukup, ada beberapa hal yang
harus anda perhatikan agar organisasi atau perusahaan yang anda pimpin
menjadi sebuah organisasi yang punya kredibilitas dan anda pun dikagumi
sebagai seorang pemimpin. Berikut ini adalah 3 hal yang harus anda
perhatikan agar anda dapat menjadi CEO bahkan sebelum usia anda genap
berumur 30 tahun.
Pilihlah Industri yang Tepat
Temukan industri atau perusahaan dimana kolega atau klien anda akan
menghargai anda berdasarkan kemampuan anda, bukan berdasarkan umur anda.
Jika sedikit jeli mengamati beberapa CEO dunia yang telah berhasil
membangun kredibilitasnya bahkan sebelum berusia 30 tahunan, anda akan
sadar bahwa kebanyakan dari mereka berada pada kelompok industri tertentu
seperti industri internet, media informasi, hiburan hingga jasa. Hal
ini dikarenakan industri ini adalah jenis industri baru yang memiliki learning curve yang tidak terlalu jauh dan baru tumbuh bersamaan dengan usia anak muda ini beranjak dewasa.
Pilihlah industri yang tepat dan memiliki learning curve
yang tidak terlalu panjang. Industri seperti ini biasanya berubah dengan
cepat seiring berkembangnya teknologi tertentu, seperti industri
internet dan juga mobile content. Tapi selama anda adalah pribadi yang
mau terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Hal ini sebenarnya
bukanlah masalah.
Ambillah Resiko yang Terukur
Ketika anda masih muda, dengan semangat anda yang masih berapi-api,
anda seolah dapat melakukan segalanya. Salurkan energi itu untuk berani
mengambil resiko dalam mengembangkan organisasi atau perusahaan anda.
Tapi satu hal yang perlu diingat, anda harus mampu memperhitungakan dengan baik resiko yang anda ambil. Mengambil resiko saja tanpa memperhitungkan dampak konsekuensinya sama saja melakukan skydiving tapi lupa membawa parasut.
Tidak ada salahnya melakukan perencanaan terlebih dahulu dengan membuat business plan atau feasibility study
sebelum anda memulai usaha atau menjadi CEO dari organisasi yang anda
bangun. Yang salah adalah tidak menjalankan apa yang telah direncanakan
semula.
Ciptakan Masa Depan
Tugas utama dari seorang CEO di sebuah perusahaan adalah menciptakan
masa depan bagi kolega atau bawahannya. Pastikan anda mempunyai visi
yang tidak hanya sekedar money. Pastikan bahwa mereka yang
membantu anda untuk memperbesar organisasi anda merasa nyaman bahwa masa
depan mereka aman di dalam perusahaan anda, baik secara finansial
maupun emosional. Anda harus tetap mempunyai visi bahwa perusahaan anda
di masa depan masih tetap eksis dan terus berkembang.
Sekali lagi ingat, tugas dari seorang pemimpin adalah menciptakan masa depan. Bukan hanya masa depan pribadi yang di kejar,
tapi juga masa depan mereka yang terkait dengan perusahaan atau
organisasi anda, baik itu kolega, pegawai atau bahkan lingkungan sekitar
anda.
sumber : bagusberlian.com
Yang anda butuhkan bukanlah penambahan jam dalam satu hari, tetapi yang anda butuhkan adalah segera memulainya-Ikhwan Al-Ayyubi
sumber : bagusberlian.com
No comments:
Post a Comment